Opini
Bagian #2 dari dua tulisan bersambung. Setelah membaca akar pola pembangkangan di bagian pertama, kita menelusuri bagaimana ia menumpang hiburan, algoritma, dan bahasa kebebasan — lalu mengapa rumah, sekolah, dan pesantren justru terlambat menyadarinya.
17 September 2026
Opini
Bagian #1 dari dua tulisan bersambung. Sebelum menilai satanisme sebagai kultus, kita perlu membaca kata syaitan sebagaimana dipakai Al-Qur'an: bukan nama satu makhluk, melainkan nama satu sifat — pembangkangan yang melampaui batas.
17 September 2026
Pendidikan
Anak saya fasih berbahasa Banjar tanpa pernah ikut kursus, sementara bertahun-tahun belajar bahasa Arab tak berbuah. Ternyata masalahnya bukan pada murid, tapi pada cara kita mengajarkannya.
16 September 2026
Opini
Heboh! Jagad media sosial setiap hari libur ada aja gebrakannya! Plis deh! Saya yang guru ini, setelah sibuk mengajar sejak Senin-Jumat pengennya istirahat dapet seuatu yang menyegarkan p…
14 September 2026
Opini
Fenomena penyimpangan moral oleh oknum berlabel tokoh agama—mulai dari kasus asusila hingga kemunculan fatwa syubhat—memunculkan pertanyaan kritis di tengah umat: orang alim seperti apa y…
20 Agustus 2026
Opini
Anak-anak yang tampak saleh di sekolah lalu berubah di luar bukan generasi rusak. Mereka tumbuh di dua ekosistem yang saling bertentangan — dan kita menyalahkan mereka atas pertentangan yang kita buat sendiri.
1 Mei 2026
Opini
Belakangan ini, linimasa kita diramaikan oleh tren konten dengan formula unik: "Normalisasikan , karena saya jualan ." Awalnya, tren ini terasa seperti kejujuran yang jenaka dan menyegark…
25 April 2026
Opini
Setiap tanggal 21 April, ruang publik kita dipenuhi dengan kebaya, sanggul, dan narasi tentang "kebebasan perempuan". Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya secara jujur: Be…
22 April 2026
Opini
Belakangan ini, publik di Sampit kembali dihentakkan oleh fenomena komunitas menyimpang yang mencuat di media massa. Reaksi bermunculan, mulai dari kecaman hingga kekhawatiran orang tua t…
21 April 2026